Menuju Museum. Untuk dapat mencapai museum senirupa dan keramik Jakarta, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum (rekomendasi promowisata.com). Hal ini mengingat kawasan museum yang terletak di kawasan kota tua Jakarta, termasuk kawasan yang lalu lintas-nya cukup crowded. Kendaraan umum yang direkomendasikan adalah menggunakan transjakarta turun di halte stasiun kota kemudian dilanjutkan berjalan kaki sekitar 200m.
Sebagai kawasan kota tua, cukup banyak bangunan bersejarah di sekitar museum senirupa dan keramik Jakarta. Diantaranya museum bank mandiri, stasiun kereta Kota (yang masih dipergunakan hingga sekarang), hingga kawasan pergudangan sepanjang jalan kopi Jakarta. Berjalan kaki dikawasan kota tua, serasa memasuki lorong waktu ke masa lalu.
Gedung museum senirupa dan keramik terletak berhadap-hadapan dengan gedung museum wayang dan bersebelahan dengan museum Fatahillah. Merujuk pada website resmi museum senirupa dan keramik Jakarta, gedung museum yang mempunyai ciri arsitektur neo klasik ini sendiri memiliki sejarah yang panjang. Bermula sebagai gedung lembaga peradilan tinggi Belanda (Raad Van Justice Binnen Het Casteel Batavia) pada 1870, asrama NMM (Nederlandsche Mission Militer) oleh tentara KNIL, gudang logistik Tentara Republik Indonesia (kemudian menjadi Tentara Nasional Indonesia), hingga kantor Walikotamadya Jakarta Barat periode 1970-1973. Sempat pula menjadi kantor dinas museum dan sejarah DKI hingga diresmikan menjadi Gedung Balai Senirupa pada 1976. Menjadi gedung museum senirupa dan keramik sejak 1990 yaitu sejak penggabungan balai senirupa dan museum keramik.
Koleksi museum, masih merujuk pada website resmi museumsenirupa.com, memiliki sekitar 500-an karya senirupa terdiri dari lukisan dan patung. Mulai dari karya R. Saleh Syarif Bustaman (1807-1880, pernah menjabat sebagai Bupati Cianjur, sebagai koleksi lukisan tertua). Lukisan buah karya Basuki Abdullah, Wakidi, M. Pirngadi serta Ernest Dezentje yang mewakili periode Mooi Indie (1908-1936). Atau koleksi lukisan karya S. Sudjono, Agus Djaya, Henk Ngantung, Emiria Sunassa, RGA Sukirno dan pelukis lain yang mewakili Persatuan Ahli Gambar Indonesia (1938). Hadir mewakili masa revolusi (1945), ada beberapa karya pelukis Sudjono Kerton, Affandi, Trubus, Hendra Gunawan, Barli Sasmita, dan lain-lain. Sebagai lukisan karya termuda / teranyar koleksi museum senirupa dan keramik adalah karya Nasirun dan I Made Sukandana (dekade 1990-an).
Selain lukisan, koleksi senirupa lain diantaranya adalah patung, totem kayu, serta keramik dari china. Beberapa diantaranya diperoleh dari kapal-kapal kuno yang karam di perairan Indonesia. Terdapat pula koleksi-koleksi dari jaman majapahit di Jawa (guci, tempat buah, tempat sirih, gelang, lonceng, dll). Museum senirupa dan keramik Jakarta juga menyimpan tembikar-tembikar dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lombok, Jawa Barat, Jawa Tengah, dll.
Jam buka museum: Senin dan Hari Libur Nasional Tutup, Hari Selasa-Minggu: 09.00 – 15.00 WIB. Dengan HTM (harga tanda masuk): Gratis untuk Veteran dan Pemegang KTP Seumur Hidup, Dewasa Rp. 2.000 (rombongan Rp. 1.500), Mahasiswa Rp. 1.000 (rombongan Rp. 750), Pelajar / Anak2 Rp. 600 (rombongan Rp. 500), Rombongan minimal 20 orang. Harga tiket diluar fee untuk pemandu wisata / tourist guide yang meski sukarela umumnya berkisar Rp. 25.000 – Rp. 50.000 untuk sekali tour / rombongan kecil (2 – 10 orang).
Sebagaimana layaknya gedung-gedung / museum-museum lain, utilitas museum dapat dipergunakan sebagai sarana pendidikan (rombongan sekolah untuk study wisata), rekreasi (wisata keluarga, wisata sejarah), serta utilitas lainnya (termasuk dan tidak terbatas pada liputan media, commercial iklan produk, peluncuran produk atau corporate ataupun sinema elektronik, hingga pernikahan khususnya pemotretan pra-wedding).
Alamat Museum: Jalan Pos Kota No 2, Jakarta Barat Indonesia, Telp: (021) 6926090, (021) 6907062, Facsimile: (021) 6926091, Email: museumsenirupa_k@yahoo.co.id, Website: www.museumsenirupa.com
Karena alasan tertentu, foto-foto promowisata.com dari museum senirupa dan keramik, hanya menampilkan foto-foto gedung dan bagian gedung museum. Koleksi museum sendiri tidak ditayangkan kecuali satu foto sebagai contoh koleksi museum.


